Postingan

Di Ciwidey, Nitip Helm "bonus" Masker

Akhir pekan yang biasanya saya habiskan sama istri n Ayin di Cirebon, kali ini saya standby di Bandung. Jauh-jauh hari saya minta istri izin di sekolah tempatnya ngajar untuk berkunjung ke Bandung karena awal November saya tdk pulang untuk satu kegiatan. Walaupun Acara saya di undur jadi 7 Desember, tp karena sudah kadung izin, Jum’at 1 November jadilah Ayin n Ibu dianter mertua dan uwa’ berkunjung ke Bandung. Pagi Hari pertama di Bandung, saya mengajak Ayin dan ibu ke kantor tempat saya bekerja, sambil sekedar jalan mengelilingi kota Bandung. Sebelum ke kantor kami sempatkan mampir terlebih dahulu ke pasar baru, tempat ini memang sudah saya rencakanan untuk dikunjungi jika istri berkunjung ke Bandung.  Setelah capek keliling (tanpa belanja :D ), saya ajak istri ke lantai 5, bertemu salah satu pemilik toko yang juga merupakan donatUr loyal DompetDhuafa/WakafPro (tempat saya kerja), pemilik Vamosh (Morish collection). Hari kedua, bertepatan hari Minggu,  saya me...

Ada Teori Graf Dalam Al Qur'an

Gambar
Al Qur’an adalah kitab yang diturunkan dari sisi Allah, berisi firman-firman-Nya sebagai petunjuk sehingga tidak ada keraguan didalamnya (Q.S 2: 2, Q.S 32: 2). Selain petunjuk hidup, Al Qur’an juga memuat dasar-dasar ilmu pengetahuan, dalam kitabnya Jawahirul Al-Qur’an, Imam Al-Ghazali menerangkan pada bab khusus bahwa seluruh cabang ilmu pengetahuan yang terdahulu dan yang kemudian, yang telah diketahui maupun yang belum, semua bersumber dari Al Qur’an Al-Karim (Quraish Shihab, 1994: 41). Untuk mebuktikan kebenaran statemen Al Ghazali tersebut, maka kita dapat mengecek dan menelitinya langsung dalam Al Quran. Dalam tulisan ini, saya tidak bermaksud membahas secara luas hal tersebut, hanya membhas salah satu cabang Ilmu Pengetahuan yang bisa ditemukan dalam Al Quran, yakni teori graf. Dalam Al Qur’an Q.S Al Hujuraat: 13 Allah berfirman Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan be...

"Kita" -surat untuk seorang sahabat-

Gambar
Ngomongin masalalu kita, berarti ngomongin puisi-puisi Chairil Anwar, buku-buku  Harun Yahya, ngomongin sejarah pramuka, ngomongin matematika, ngomongin persahabatan, cinta sejati, penghianatan, pengakuan, ngomongin rindu, ngomongin wilayah Cirebon – Majalengka, Bogor, Jogja, Bandung, Malang, Surabaya, ngomongin buku-buku Boby De Potter, ngomongin Pesantren Babakan Ciwaringin, ngomongin air mata, ngomongin tawa, ngomongin kesepian, ngomongin kebahagiaan, harapan, impian. Ngomongin masalalu kita, hampir seperti ngomongin alam semesta Tadi malam saya ngobrolin kerjaan di pabrik sama istri bagaimana saya sulit bergerak dengan system yang ada, hingga kemudian merambat pada bagaimana begitu merdekanya aku dimasa lalu. Kamu masih ingat, entah kelas berapa saat itu kita ngadain cerdas cermat di PSBB, kita sekelas, karena kita memang selalu sekelas J, kelas kita diwakili oleh saya, khotim dan syifa. Kamu dan edi menjadi pembaca soal waktu itu. Kelas lain ada Iwan, dan kawan-...

Lulusan "PREMAN" Malang

Pada suatu malam, dalam sebuah group BBM yang rata-rata anggotanya orang sunda,  saya mengirim message guyonan dengan bahasa jawa . Kemudian ada seorang kawan katakanlah “y” yang menanggapi, “yang nulis gak tau toto.” Katanya.  Aku bales lagi, “Gudu aku.” Karena aku hanya copy paste, bukan yang nulis. Dia jawab lagi (seakan lebih jawa dari saya) “Dudu” bukan “gudu”, eh,, ada salah satu kawan lagi yang  orang sunda tulen (saya tau sekedar ceplos bercanda), “Jancoook” katanya. Kata-kata KHAS SURABAYA, atau jawa timur lah pada umumnya. Nah, si “Y” entah, saya nggak tau kondsinya seperti apa malam itu, mungkin karena terganggu atau lagi galau, “JANCOOK = JADAH SIA” katanya. Saya, yang kebetulan sudahsangat familiar dengan kata itu karena kebetulan 6 taun tinggal di Jawa timur, mencoba meluruskan. Bahwa kata JANCOOK nggak bisa dimaknai seperti itu, dan semata-mata berkonotasi negatif, bahkan sering digunakan sebagai bentuk keakraban di daerahnya. Eh, si “Y” yang ...

Nak, Saat Ayah Menjadi Ayah

Nak, ayah tau kamu belum bisa membaca tulisan ayah, ataupun belum bisa mengerti jika ayah membisikkan banyak kata padamu, tapi ayah yakin kamu bisa mengerti betapa ayah mencintai dan menyayangimu dengan memelukmu, mengecupmu dan mengusap tubuhmu. Nak, selamat datang di dunia ayah ibumu, kami amat bersyukur atas hadirmu, kami sadar kamu bukan sepenuhnya milik kami, kamu adalah titipan dari Allah yang kami diberi kewajiban untuk menjaga dan mendidikmu agar saat kembali pada-Nya penuh dengan keimanan. Nak, ayah bahagia sekali saat kamu lahir, kamu lahir di RS karena pantat dulu, tapi kamu pinter, datang ke RS pukul setengah 8 pagi, pukul 09.00 kamu sudah keluar. Kamu keluar dengan tubuh yang mungil, tapi sehat. Ayah langsung menuju ruang bayi menemuimu setelah selesai mengurus adm RS untuk ruanganmu. Ayah merasa deg-degan, grogi dan mata ayah berkaca-kaca saat melihatmu, ayah mendekatkan wajah ayah padamu, lalu ayah kumandangkan adzan dan iqamat, matamu bergerak berputar-put...

Maicih Untuk Istriku

Gambar
Ada dua jenis orang yang permintaannya mesti diturutin, balita, dan perempuan ngidam. Yang namanya balita, kalo udah punya keinginan kayaknya rata-rata pengennya mesti diturutin. Walaupuun harus guling-guling, tereka-tereak, banting piring atau lemari, bahkan baker motor atau kantor bupati [eh, itu balita apa satpol PP?]. Begitu juga dengan perempuan ngidam, segala bentuk tipu-rayu akan dilancarkan, gak mempan di rayu pake ancam-ancam segala, “ini demi anakmu loh mas, tega banget sih permintaan anaknya gak diturutin?” “ntar kalo anaknya suka ngeces/ileran gimana? Ntar kalo anaknya lahir premature gimana?” [mmm… ada gak sih hubungan ngidam sama lahir premature??], dan lain sebagainya, dan inilah yang kuhadapi akhir-akhir ini, dalam masa ngidam istriku yang jabang bayinya berumur 3 bulan. “Bi, beliin maicih dong?” tiba-tiba pinta istriku. OMG, ini ngidam apa kesurupan? “Yang, sadar yang| sadar|” kataku sambil menggoyang-goyang pundaknya dengan cemas. “Ih, apaan sih? Orang ana...

Arti Hadirmu

Gambar
Memiliki banyak sahabat itu menyenangkan, sahabat adalah tempat terbaik untuk berbagi setelah keluarga, entah untuk kebahagiaan atau berbagi kesedihan. Bersama merekalah kita tumbuh, merangkai cerita, berbagi tangis dan tawa hingga akhirnya kita mengerti dunia, menjadi dewasa Namun adakalanya waktu yang tak pernah berhenti berjalan memisahkan kebersamaan, masing-masing kita melanjutkan hidup yang berbeda, di tempat yang berbeda, dengan orang-orang yang berbeda, hingga akhirnya semuanyapun berbeda. Tapi tahukah sahabat, perpisahan, jarak dan waktu hakikatnya tak pernah bisa melunturkan apalagi menghilangkan arti yang sudah ada. Mari kita lihat diri kita saat ini, pribadi yang kita miliki saat ini bukanlah hasil dari usaha kita sendiri, tapi disana ada lingkungan, lingkungan itu adalah keluarga dan sahabat-sahabat kita, maka jika di ibaratkan siapa yang punya hak atas diri kita, maka disana ada kita, keluarga dan sahabat. Kita menjadi kita [manusia, pribadi] yang utuh kar...